Kamis, 22 November 2012

Xenia topang penjualan Daihatsu


Xenia topang penjualan Daihatsu



Daihatsu mencatat angka penjualan terbaiknya pada kuartal terakhir 2012. Setelah meraih penjualan wholesales tertinggi sepanjang tahun 2012, yakni 15.322 unit pada September lalu. Prestasi berlanjut dengan angka kedua tertinggi 14.882 unit di Oktober 2012.
Dengan demikian selama periode Januari-Oktober 2012 penjualan wholesales Daihatsu mencapai 135.546 unit. Atau meningkat 19 persen dibanding periode yang sama 2011 sebesar 113.449 unit. Prestasi ini menjadikan Daihatsu tetap bertahan di Ranking ke-2 market share otomotif nasional sebesar 14,7 persen selama periode 10 bulan pertama 2012.
All New Daihatsu Xenia menjadi penopang penjualan wholesales pada Oktober 2012. Dengan kontribusi sebesar 6.463 unit atau 43,4 persen. Menyusul kelas low commercial Gran Max di posisi kedua sebesar 4.458 unit atau 30,0 persen.
Selanjutnya kelas medium SUV, Terios berkontribusi sebesar 2.691 unit atau 18,1 persen. Berikutnya kelas small city car, All New Sirion berhasil mencapai penjualan 637 unit atau 4,3 persen disusul Luxio dengan kontribusi sebesar 633 unit atau 4,3 persen dari total penjualan Daihatsu Oktober 2012.
Sementara retailsales Oktober 2012 mencapai angka 14.018 unit naik dari bulan September 2012 sebesar 13.608 unit. Artinya untuk periode 10 bulan pertama 2012 retailsales mencapai 134.231 unit, meningkat 18 persen dibanding periode yang sama 2011 sebesar 114.215 unit. Hasil ini membuat Daihatsu juga menduduki ranking ke-2 market share retailsales sebesar 14,9 persen.
"Kami bersyukur dapat meningkatkan prestasi penjualan menjelang akhir tahun 2012. Kenaikan penjualan terjadi di semua tipe kendaraan Daihatsu yang menandakan kepercayaan masyarakat terhadap brand Daihatsu semakin meningkat," ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
"Kami optimis dapat mencapai target penjualan tahun 2012 ini, meskipun sebelumnya sempat khawatir setelah aturan baru DP Minimum diberlakukan," tambahnya.

Sumber: Otosia.com

Rabu, 21 November 2012

Suzuki Ertiga: si irit bertenaga besar!

Suzuki Ertiga: si irit bertenaga besar!
















ampil lebih komplit dan percaya diri, Suzuki Ertiga memberikan gebrakan di segmen low MPV yang pasarnya gemuk, dan mencoba menggerus dominasi dua model kembar milik Astra Group, yakni Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Tak hanya unggul di sisi kelengkapan fitur dan peranti keselamatan, MPV (multi purpose vehicle) dengan 3 deret kursi ini kian komplit dengan dukungan desain eksterior yang anggun, stylish, dan diklaim hemat bahan bakar.
Ruang kabin Ertiga tak hanya bisa memuat 3-baris kursi penumpang yang serba guna tetapi juga memiliki tata letak (layout) yang didesain nyaman bagi semua penumpang di setiap barisnya. Khusus pada kursi baris ketiga, yang pada umumnya kendaraan cenderung sempit, maka bagian belakang lebih lega sehingga orang dewasa pun bisa duduk nyaman di bangku deret ketiga.
Ertiga dibekali mesin bensin berkode K14B berkapasitas 1.4-liter DOHC dengan torsi penuh yang compact dan ringan, serta berteknologi VVT yang menghasilkan pembakaran sempurna (Air Intake VVT Mechanism). Mesin bensin ini baru dikembangkan untuk mengeluarkan daya yang mumpuni dengan tenaga maksimum 70kW pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 130 Nm/4.000 rpm, yang membuat Suzuki Ertiga tetap bertenaga, irit bahan bakar dan memiliki akselerasi prima, meski dengan muatan penuh.
Air intake yang dilengkapi dengan proses dan mekanisme VVT yang mengontrol Valve Timing secara optimal dan mengurangi gesekan (friction), sehingga meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Menurut hasil tes internal Suzuki, efisiensi BBM Ertiga mencapai 16,3 km/liter. Pengaplikasian teknologi drive-by-Wire, sistem operasi pada pedal gas telah menggunakan sensor elektronik, sehingga konsumsi bbm bisa lebih efisien.
Sementara tata letak Front Wheel Drive/ FF (FF Layout) memastikan stabilitas berkendara dan hemat konsumsi bahan bakar. Karena letak mesin Ertiga berada di bagian depan dan menggunakan sistem front wheel drive, maka jumlah komponen perangkat transmisi dan penggerak yang digunakan pun menjadi lebih sedikit, berat kendaraan menjadi lebih ringan, menekan energy loss dari transmisi dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Ertiga mengaplikasi diameter stabilizer joint pipe pada suspensi depan (MacPherson Struts with coil springs) besar guna memastikan mobil tetap dapat dikendalikan dengan mudah, menjamin durabilitas dan rigiditas yang baik saat dikendarai meskipun ditumpangi oleh banyak orang.
Penggunaan baja bertekanan tinggi (high tensile steel) pada posisi-posisi tertentu dilakukan untuk mengoptimalisasi material dan struktur penguatan. Rigiditas Body dan berat kendaraan yang semakin ringan karena pengurangan penggunaan komponen yang tidak diperlukan, menjamin stabilitas berkendara pada saat berat kendaraan bertambah dikarenakan kendaraan dipenuhi oleh penumpang dan barang bawaan.
Konstruksi yang kuat menjamin keamanan bagi penumpangnya. Meski berharga kompetitif, bukan berati model ini minim fitur keamanan penumpang dan berkesan murahan. Ertiga sudah mengadopsi beberapa peranti keselamatan penting. Body Ertiga memiliki tingkat rigiditas/kekerasan yang tinggi karena menggunakan High Tensile Steel pada rangka utama (main frame)-nya.
Anak-anak pun kini bisa bermain dengan bebas dalam ruangan kabin, tanpa perlu khawatir pintu akan terbuka tanpa sengaja. Hal itu dikarenakan fitur child door lock demi melindungi sang buah hati.
Selain itu, pada masing-masing pintu juga dilengkapi dengan Side Door Impact Beam yang berfungsi untuk menahan penumpang saat terjadi benturan keras dari arah samping. Khusus tipe GX, sudah dilengkapi dengan airbags untuk mengamankan pengemudi dan penumpang di kursi depan serta ABS + EBD.
Lantas bagaimana dengan ancaman pencurian mobil saat diparkir? Beberapa fitur keamanan bisa mengantisipasi pencurian mobil, seperti Keyless Entry, yakni tombol alarm yang menyatu dengan kunci kendaraan; dan Immobilizer yang berfungsi untuk mencegah pencurian kendaraan dengan kunci yang tidak dapat diduplikasi.
Sumber : Merdeka.com